Tungga Babeleang
Rahimmu tertakdir hanya sebatas aku
Berpeluh menggeluti maut dalam
siksanya silsilah kelahiran
Mestikah kususuri belantara masa tanpa
pohon kekerabatan?
Merindui nasab yang kau pupus pada
hembus nafas terakhirmu
Kau biarkan aku tergugu dalam
sunyinya hari-hari tak bertuan
Mengeja alif ba ta sa bersama
sebongkah kegelisahan
Nanap..
Jika bisa, ingin ku bunuh saja
malam
Sebab tiba-tiba kesendirian
menjelma tikaman pisau paling mematikan